Kamis, 16 Mei 2019

Minum Susu Bisa Bantu Turunkan Hipertensi


AGEN BOLA- Rutin minum susu tak hanya baik untuk kesehatan tulang. Salah satu sumber protein hewani ini ternyata bisa membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Hasil ini diperoleh dokter spesialis gizi klinis, Diana F Suganda, M.Kes, dari Journal of the American College of Nutrition pada 2009. Jurnal tersebut menjelaskan bahwa asupan dairy foods (susu dan turunannya) yang disertai dengan diet rendah garam juga bermanfaat bagi kelompok hipertensi menurunkan tekanan darahnya.

"Kalau kita kasih makanan mengandung magnesium, makanan mengandung kalium, satu-satu begitu kan repot. Makanya, di penelitian itu mereka memakai penggatinya adalah susu," katanya pada diskusi Kupas Tuntas Kebaikan Susu untuk Tunjang Kesehatan Tubuh pada Selasa, 15 Mei 2019.

Diana, mengatakan, hipertensi dipengaruhi oleh berbagai mineral; natrium, kalium, dan magnesium. Kalau kadar di dalam tubuh cukup dan tidak berlebihan.

Sehingga angka kejadian kekambuhan hipertensi pada pasien jadi terjaga,"Tapi tetap di penelitian tersebut ditekankan bahwa diberikan diet rendah garam. Dikurangi natriumnya, tapi tambahan mineral dari susu tadi."

Hipertensi Tak Bisa Turun

Menurut Diana, hipertensi itu tak bisa turun, langsung normal pun tidak. Akan tetapi bisa tetap dijaga stabilatasnya bisa turun sedikit atau tidak naik. Justru, yang dikhawatirkan dari hipertensi ini ketika tanpa disadari organ-orang di tubuh mulai mengalami kerusakan.

"Kebayang enggak, sih, jangka panjang tekanan darah tinggi terus? Bisa kena ke mata, ke ginjal, sedangkan hipertensi tidak bergejala," kata Diana.

"Kamu cuma tahu kalau tekanan darahnya tinggi kalau tensi (mengukur tekanan darah). Cuma kamu tidak pernah merasakan gejala apa-apa," Diana menekankan.

Beda dengan sakit maag, yang rasa sakitnya bisa kita rasakan dan akan langsung hilang setelah minum obat maag. Sementara hipertensi, tidak bergejala sama sekali, tahu-tahu ginjal rusak, mata mengalami penurunan. Pas dicek, ternyata itu dampak dari hipertensi jangka panjang. 

"Kita bicara jangka panjang, ya. Bukan yang satu atau dua tahun," kata Diana.

Hipertensi Pengaruh dari Makanan


Diana, mengatakan, hipertensi bisa terjadi karena pengaruh dari asupan sehari-hari. Kurang serat, kurang gerak, dan tinggi garam. 

"Kalau dulu hipertensi penyakit kakek-kakek, kalau sekarang muda-muda. Umur 25 sampai 30 sudah hipertensi atau pre-hipertensi," katanya.

Sekarang ini kita tak bisa menutup mata. Terpampang di pelupuk mata bagaimana dengan mudahnya menemukan makanan tinggi pengawet. "Makanan siap saji itu kadar garamnya tinggi," katanya.

Bila kebiasaan ini tidak segera diubah, jangka panjangnya bisa menyebabkan meningkatkan risiko hipertensi. "Nah, pada pasien sudah hipertensi, dengan mengonsumsi susu bisa terkontrol," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar